Satreskrim Polres Musi Rawas Berhasil Menangkap Pelaku Rudapaksa

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Musi Rawas, berhasil mengungkap diduga tindak kriminal pencabulan anak dibawah umur.

Musi Rawas-Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Musi Rawas, berhasil mengungkap diduga tindak kriminal pencabulan anak dibawah umur.

Terduga pelaku, Slamet (50) laki-laki keseharian bekerja sebagai petani dengan iming-iming berikan kue lebaran diduga merudapaksa anak dibawah umur sebut saja Mawar (16) merupakan tetangganya sendiri.

Kejadian naas itu, sesuai dilik aduan : LP : B-117/VII/2022/Sumsel/Res Mura tertanggal 20 Juli 2022 terjadi dikediaman pelaku Slamet.

Dimana berdasarkan keterangan korban, ketika itu dirinya tengah melintas didepan rumah pelaku. Lalu, pelaku pun yang memang sudah menunggu keluar rumah memanggil korban.

Kemudian, tanpa menaruh curiga korban pun masuk kedalam rumah pelaku. Selanjutnya, pelaku berkata ke korban ayo “Main”. Korban pun menjawab, “Main, Apa”.

Entah setan apa yang merasuki, pelaku langsung menarik tangan korban membawanya masuk kedalam kamar. Di dalam kamar, pelaku mengunci pintu selanjutnya dengan cara memaksa pelaku melapiaskan nafsu birahinya.

Adapun, karena tidak terima korban bersama keluarganya mengetahui kejadian tersebut melaporkan ke pihak berwajib Unit PPA Satreskrim Polres Musi Rawas. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, akhirnya di backup Team Opsnal Landak, Anggota Unit PPA Satreskrim mengamankan Slamet tanpa perlawanan tengah berada di kediamanya.

“Untuk kejadian aksi pencabulan, terjadi 11 Juli 2022 satu hari setelah lebaran Idul Adha. Modus Pelaku, memanggil korban, tawarkan kue lalu pelaku menarik korban masuk kekamar. Tidak sampai disitu, karena korban berusaha melawan pelaku pun mengacam akan membunuh korban. Dan pelaku merudapaksa korban,” kata Kapolres Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono melalui Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat didampingi Kasi Humas, AKP Purwono Jaya dan Kanit PPA, Ipda Doris, saat menggelar press releasenya.

Kasat Reskrim menegaskan akibat perbuatannya. Pelaku Slamet dikenakan pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tetang perubahan UU 23 2022 tentang perlindungan anak.

“Latar belakang pelaku nekat merudapaksa korban, beralasan sudah tidak mampu menahan nafsu. Yang mana, pelaku ketika itu 100 hari ditinggal istrinya meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Slamet mengaku menyesal telah merudapaksa korban.

“Aku menyesal pak, dan aku memang lakuke itu karena bini aku baik pertamo lah ninggal, dan baru be 100 hari bini keduo jugo ninggal 100 hari. Aku idak nak ngulangi lagi,” singkatnya.

Read Previous

Objek Wisata Air Terjun Satan Disulap Menjadi Indah Oleh Personel Polres Musi Rawas

Read Next

Pasangan Kompol Harrishon Manik Juara Omin Cup II Polres Musi Rawas

Most Popular