Kapolres Pimpin Monitoring Pelaksanaan Aksi Ke-6 Konvergensi Stunting di Puskesmas Muara Beliti

Kesuksesan Musi Rawas Melaksanakan Aksi Ke7 Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Kabupaten Mura Tahun 2021

MUSI RAWAS-Kesuksesan Musi Rawas Melaksanakan Aksi Ke7 Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Kabupaten Mura Tahun 2021, 15 Desember 2021 yang lalu, yang dipimpin langsung oleh Kakankemenag Kabupaten Mura, H Hermadi.

Bahwa prevalensi stunting pada periode Agustus 2021 sebesar 6,2% atau 2011
Anak Balita dari 32.578 Balita yang terdaftar, Data tersebut sudah terhentri sebanyak 91% atau 29.580 Balita. Artinya data ini dapat dipercaya secara akurat dan valid.

Monitoring pelaksanaan manajemen data EPPBGM yang diwakilkan 4 puskesmas terpilih, Puskesmas Muara Beliti, Megang Sakti, Jayaloka dan Terawas, mempunyai keunikan tersendiri dalam sistem manajemen data EPPBGM, langsung dipimpin oleh Ketua Pokja VII, Kapolres Musi Rawas, AKBP Efrannedi yang didampingi Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud di Puskesmas Muara Beliti.

Dalam laporannya, Kepala Puskesmas Muara Beliti, drg Maya KS, MARS mengatakan bahwa sasaran balita sebanyak 2026
balita pada tahun 2021, setelah diverifikasi dan validasi data pada periode Februari dan Agustus 2021, sasarannya telah dientri semua.

“Sehingga dilaporkan bahwa angka stunting Kecamatan Muara Beliti terjadi perbaikan dari 181 Balita atau 8,9% balita menjadi 94 balita stunting atau sekitar 4,6%,” katanya.

Namun, dipaparkan oleh drg. Maya KS, MARS bahwa kasus stunting 6 desa lokus terjadi penurunan yang berarti dari 12% menjadi 3%. Kasus tertinggi masih di desa Suro diikuti Pasar Muara Beliti dan Durian Remuk.

“Penurunan ini, karena protes validasi dan verifikasi dilakukan dengan baik seperti melaksanakan pelatihan pengukuran balita bagi kader posyandu dan kader pembangunan masyarakat beberapa hari yang lalu,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Mura, AKBP Efrannedy sebagai narasumber dalam Monitoring Pelaksanaan Aksi#6 ini lebih memberikan pentingnya manajemen data ini karena dapat mengidentifikasi kesenjangan data, penilaian system yang diterapkan, penyusunan perencanaan dan reviu untuk perbaikan system yang ada.

“Saya yakin dengan penjelasan Kepala UPT Puskesmas Muara Beliti bahwa dengan upaya perbaikan verifikasi dan validasi serta melakukan pelatihan bagi para kader, ini merupakan hal yang pokok dalam penerapan manajemen data sehingga data dapat dipertanggung jawabkan,” kata Kapolres.

Selanjutnya, Kapolres pun meminta agar data by name by address ini dikoneckkan dengan semua aplikasi stunting yang ada.

Perlu diketahui bahwa EPPBGM ini Link ke aplikasi yang berhubungan dengan stunting seperto EHDW kementerian desa, pendamping keluarga menggunakan data EPPGB kementerian kesehatan pun masing-masing dirjen mengkoneck data ini secara otomatis.

“Oleh karena itu, saya berharap agar kualitas dan validitas data ini benar-benar dapat kita pertanggung jawabkan,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Bupati Mura, Hj Ratna Machmud, menegaskan bahwa pentingnya upaya penataan manajemen data perlu diperkuat setiap bulannya sehingga peroleh data yang lebih akurat dan valid, agar generasi muda kedepan lebih sehat, tangguh dan berdaya saing yang tinggi.

“Keempat puskesmas yang dikunjungi ini hanya sebagai sampel saja, tetapi saya mengharap agar seluruh Puskesmas melakukan seperti yang dilakukan saat ini, dimonitoring secara berkala oleh Satgas Konvergensi Stunting,” katanya.

Kemudian menurut bupati, perbaikan system manajemen data ini diperoleh hasil Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Berbasis Gizi Masyarakat, dilaporkan dalam

Periode Agustus 2021 angka prevalensi stunting yang lebih tinggi terdapat di Desa Suro sebesar 9,4% ada 26 balita, kedua Desa Durian Remuk yaitu 8,3% ada 10 balita stunting, ketiga Desa Tanah Periuk 7,3% ada 8 balita keempat Desa Air Satan 6,2% ada 10 balita, kelima Desa Muara Beliti Baru 5,2% ada 11 balita dan keenam Desa Pedang 4,5% ada 3 balita, ketujuh Pasar Muara Beliti 4,1% ada 18 balita dan Desa Manaresmi 3,8% ada 7 balita.

“Meskipun demikian untuk prioritas tahun pertama pada 2021 terdapat di Desa Suro, Pasar Muara Beliti, Muara Beliti Baru, Durian Remuk, Manaresmi dan Air Satan, sedangkan Desa Tanah Periuk, Pedang menjadi prioritas percepatan pencegahan stunting pada tahun 2022,” jelasnya.

Bupati menjelaskan, penurunan prevalensi stunting ini adanya perbaikan sistem manajemen data, karena beberapa waktu yang lalu telah dilakukan pelatihan bagi kader posyandu dan pemberian makanan tambahan serta adanya inovasi ketuk Pede yang mengantarkan dr Jannah menjadi tenaga kesehatan teladan

Selain itu, memberikan apresiasi kepada Tim Puskesmas Muara Beliti yang telah optimal mempercepat upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Kecamatan Muara Beliti, dan juga kepada Puskesmas Megang Sakti yang dipimpin Kakankemenag Mura.

“Lalu, Puskesmas Jayaloka yang dipimpin oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra serta Puskesmas Terawas yang dipimpin oleh Bappeda dan semua OPD yang terlibat dalam program Konvergensi ini,” tuturnya.

Demikianla akhir dari manajemen data ini menjadi pedoman untuk melakukan analisis tingkat desa, penyusunan perencanaan, penentuan sasaran dan pemantauan/pengawasan serta penilaian kinerja program yang dilaksanakan

Read Previous

Vaksinasi Covid-19 Door to Door Tetap Dilaksanakan Polres Hingga Jelang Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022

Read Next

Ratusan Warga Terawas Antusias, Ikuti Vaksinasi Berhadiah Yang Digelar “Tim Landak”

Most Popular